Panduan Wajib Haji yang Perlu Anda Ketahui

Ketika keinginan untuk menunaikan salah satu Rukun Islam, yaitu ibadah haji sudah tidak terbendung lagi, sebaiknya setiap muslim segera merencanakan perjalanannya ke Tanah Suci Mekkah. Baru-baru ini, umat Islam di Indonesia memang dipusingkan dengan berbagai peraturan dari Kementrian Agama yang memotong kuota jumlah jemaah haji Indonesia.

Ditambah lagi, adanya kebijakan baru tentang masa antri yang berubah menjadi 15 tahun. Nah, bagi kamu yang masih berumur belia, sebaiknya segera mendaftarkan diri sekarang. Berikut panduan wajib haji untuk mempersiapkan segalanya sebelum kamu menuju ke Tanah Suci. Simak ulasannya!

Setelah memiliki niat untuk menunaikan ibadah haji, tentunya kamu harus mulai mengenal rukun haji, sunah haji, dan yang terpenting adalah wajib haji. Wajib haji berbeda dengan rukun haji yang apabila ditinggalkan hajinya tetap sah, namun jemaah haji wajib membayar denda yang disebut dengan dam. Ada 7 hal yang termasuk dalam wajib haji yaitu:

Niat Ihram dari Miqot Makani

Niat Ihram dari Miqot Makani

Niat Ihram dari Miqot Makani / Umroh Backpacker

Dimulai dari masuknya waktu Dzulhijjah, semua jemaah haji wajib berniat haji dan umrah. Niat haji dimulai sejak memakai pakaian ihram dan sebisa mungkin menjauhi larangan-larangan saat ihram.

Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah / Umroh Backpacker

Pada tanggal 9 Dzulhijjah, sesuai tuntunan Rasulullah, jemaah haji wajib untuk melakukan wajib haji yang kedua yaitu wukuf di Arafah. Sesuai sabda-Nya, jemaah haji dilarang menyia-nyiakan waktu saat wukuf. Oleh karena itu, waktu wukuf hendaknya tidak berhenti memuji dan mengagungkan nama Allah, berzikir, berdoa, memohon ampunan, dan membaca Alquran serta memperbanyak talbiyah.

Mabit di Muzdalifah

Mabit di Muzdalifah

Mabit di Muzdalifah / Umroh Backpacker

Setelah matahari terbenam pada tanggal 9 Dzulhijjah, barulah kemudian wukuf selesai dan para jemaah haji berangkat menuju Muzdalifah untuk menunaikan ibadah salat magrib dan isya berjemaah di Masy’ar al-Haram. Sembari beristirahat, jemaah haji sebaiknya mamperbanyak zikir kepada Allah setelah wukuf di Arafah.

Melempar Jumroh secara Berurutan

Melempar Jumroh secara Berurutan

Melempar Jumroh secara Berurutan / Umroh Backpacker

Keesokan paginya, tepatnya di tanggal 10 Dzulhijjah, jemaah haji melakukan wajib haji yang keempat, yaitu melontar jumrah Aqabah. Tujuh buah batu kerikil yang telah disiapkan wajib dilemparkan hingga mengenai jurang jumrah dan masuk di dalamnya. Ini dilakukan sambil bertakbir mengucapkan “Allahu akbar, Allahummaj’ alhu hajjan mabruran wa sa’yan masykuran wa zanban maghfuran (Ya Allah, jadikanlah manasik ini membuahkan haji yang bermutu usaha yang diterima dan dosa yang terampuni).”

Mencukur Habis atau Memendekkan Rambut

Mencukur Habis atau Memendekkan Rambut

Mencukur Habis atau Memendekkan Rambut / Umroh Backpacker

Sesudah itu, barulah ritual mencukur habis atau memendekkan rambut, sesuai dengan tuntunan Rasulullah ketika beliau berhaji wada’ bersama para sahabat.

Tawaf Wada’

Tawaf Wada’

Tawaf Wada’ / Umroh Backpacker

Serangkaian ibadah wajib haji akan ditutup dengan melakukan tawaf wada’ sebagai tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekkah.

Meninggalkan Perbuatan yang Dilarang Saat Ihram

Meninggalkan Perbuatan yang Dilarang Saat Ihram

Meninggalkan Perbuatan yang Dilarang Saat Ihram / Umroh Backpacker

Untuk menjaga keabsahan serangkaian ibadah seperti yang dicontohkan Rasullullah, tentunya jemaah haji juga harus menghindarkan diri dari segala perbuatan saat melakukan ihram seperti:

Bagi laki-laki tidak boleh memakai pakaian yang ada jahitannya, tidak boleh memakai sepatu yang menutupi mata kaki dan dilarang menggunakan penutup kepala sebagian atau seluruhnya,
Bagi perempuan tidak boleh menutup wajahnya, tidak dianjurkan memakai kaos tangan, tidak boleh membuka penutup kepala sebagian atau seluruhnya, dan juga dilarang memakai wewangian seperti parfum,
Memotong kuku dan rambut,
Membunuh atau memburu binatang,
Memotong atau mencabut tanaman di tanah haram,
Nikah atau menikahkan,
Bercumbu rayu atau bersetubuh dengan muhrimnya,
Mencaci maki atau mengucap kata-kata kotor.

Demikianlah panduan wajib haji yang perlu diketahui sebelum melakukan ibdah haji di Tanah Suci, Mekkah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *