Ketika niat sudah sudah di hati dan panggilan umroh telah datang, persiapkanlah diri Anda dengan sebaik-baiknya. Berikut ini adalah informasi-informasi penting tentang umroh yang insyaAllah bisa membantu Anda dalam mempersiapkan dan menjalankan ibadah ke Tanah Suci.

Pengertian Umroh

Pengertian Umroh
Pengertian Umroh / Umroh Backpacker / www.travel-cakrawala.com

Arti Umroh Secara Bahasa dan Syara’

Umroh, atau yang sering disebut sebagai haji kecil (Al hajju ashghar), secara bahasa bisa diartikan sebagai niat atau “ziarah”. Ziarah yang dimaksudkan di sini adalah berkunjung ke rumah Allah. Sedangkan secara syara’, umroh berarti niat menuju Baitullah dengan amal-amal khusus yang telah ditetapkan persyaratannya.

Hukum dan Keutamaan Ibadah Umroh

Dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 196, Allah Swt. berfirman tentang perintah haji dan umroh, yaitu: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah”. Ayat ini menimbulkan dua penafsiran yang berbeda tentang hukum pelaksanaan umroh. Imam Ahmad dan Al Syafe’i berpendapat bahwa perintah dalam ayat tersebut adalah wajib, sedangkan Imam Maliki dan Hanafi memaknainya sebagai sunah mu’akad.

Adapun dari kedua pendapat tersebut, hukum yang menyatakan bahwa umroh hukumnya wajib lebih sahih atau lebih kuat, sedangkan dalil yang menyatakan sunah mua’akad sifatnya dhoif atau lemah. Yang dimaksud wajib di sini adalah bagi yang memiliki kemampuan dan dilaksanakan setidaknya sekali seumur hidup.

Terlepas dari hukum wajib atau sunahnya, ibadah umroh merupakan ibadah yang sangat mulia dan memiliki banyak keutamaan. Berikut ini adalah beberapa keutamaan umroh yang diriwayatkan oleh para sahabat Nabi:

Satu. Sebagai Ibadah yang Paling Utama

Amr bin Abasah Ra. berkata bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda “Amal yang paling utama adalah haji yang mabrur atau umroh yang mabrur”. Dalam hadis lain dijelaskan juga bahwa walau berbeda kadarnya, keutamaan dan keberkahan yang diperoleh dari berhaji juga diperoleh dalam ibadah umroh.

Dua. Sebagai Utusan Allah yang Dikabulkan Doa-Doanya

Abu Hurairah Ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda “Orang yang menunaikan haji dan menunaikan umroh adalah utusan Allah Swt. Apabila mereka berdoa kepada Allah, maka Allah akan mengabulkannya, dan apabila mereka meminta ampunan kepada Allah, maka Allah akan mengampuninya”. Dalam hadis lain juga pernah diriwayatkan bahwa

“Allah memuliakan utusan yang datang kepadanya, yaitu jemaah haji, mujahid, dan orang yang melaksanakan umroh”.

Tiga. Sebagai Penghapus Dosa

Diriwayatkan pula oleh Abu Hurairah Ra. bahwa Rasullulah Saw. bersabda “Satu umroh dengan umroh lainnya merupakan kafarah (penghapus dosa) di antara keduanya”. Imam Tirmidzi dan An Nasai juga meriwayatkan bahwa Nabi pernah bersabda

“Ikutilah di antara haji dan umroh, karena keduanya akan menghapuskan kefakiran dan dosa, sebagaimana alat peniup membersihkan karatnya besi, emas dan perak…”.

Perbedaan Haji dan Umroh

Haji dan umroh merupakan ibadah yang sama-sama dilakukan di Tanah Suci. Namun secara mendasar, selain niat yang diucapkan, kedua ibadah ini memiliki perbedaan sebagai berikut:

Satu. Hukum
Ibadah haji memiliki perkara hukum wajib bagi yang mampu tanpa adanya multipenafsiran. Sedangkan umroh hukum pelaksanaannya ada yang menafsirkannya sebagai ibadah wajib dan ada pula yang menafsirkannya sebagai sunah mu’akad.

Dua. Waktu Pelaksanaan
Ibadah haji hanya bisa dilaksanakan pada bulan Haji, atau bulan Zulhijah, tepatnya di tanggal 9-13 Zulhijah, dan jika dilaksanakan di luar waktu tersebut maka tidak sah. Sedangkan ibadah umroh bisa dilakukan kapan pun, sepanjang tahun, kecuali di hari Arafah pada tanggal 10 Zulhijah dan hari Tasrik tanggal 11, 12, 13 Zulhijah.

Tiga. Rukun Ibadah

Pokok ibadah haji terdiri dari 7 rukun yaitu ihram, tawaf, sai, tahalul, wukuf di Arafah, serta bermalam di Muzdalifah dan Mina untuk melempar jumrah. Sedangkan rukun umroh hanya mencakup ihram, tawaf, sai dan tahalul.

Tipe-Tipe Umroh

Berdasarkan konteksnya, ibadah umroh dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

Umroh Tamattu

Umroh ini dilakukan dalam konteks ibadah haji. Dalam prakteknya, tamattu dilakukan dengan niat datang ke Tanah Suci di bulan Haji untuk melaksanakan umroh, kemudian tinggal sementara di Mekkah untuk bersenang-senang sambil menunggu datangnya waktu Arafah dan melakukan ibadah haji.

Umroh Mufradah

Umroh ini dikerjakan tanpa ada kaitannya dengan ibadah haji. Waktunya tidak terikat dan bisa dilakukan kapan pun, kecuali di waktu-waktu yang dilarang seperti hari Muharam dan hari Tasrik. Umroh ini juga bisa dilakukan di bulan Haji, tapi tidak dihubungkan dengan pelaksanaan haji.

Persiapan Umroh dan Rukun Umroh

Persiapan Umroh dan Rukun Umroh
Persiapan Umroh dan Rukun Umroh / Umroh Backpacker / www.sosbook.temveoraig.web.id

Persiapan Ibadah Umroh

Sebelum menjalankan rukun ibadah umroh, berikut ini adalah beberapa persiapan yang harus dilakukan:

Membersihkan Diri
Sebelum memulai ihram, disunahkan untuk membersihkan diri, yaitu menggunting kuku, mandi sunah dengan niat untuk melaksanakan ihram, berwudu dan menggunakan wangi-wangian. Wangi-wangian tidak boleh digunakan lagi jika sudah memakai pakaian ihram.

Memakai Pakaian Ihram
Mengenakan pakaian ihram merupakan tanda bahwa ibadah umroh akan segera dimulai. Pada pria, pakaian ihram terdiri dari dua lembar kain yang tidak boleh dijahit. Lembaran pertama dililitkan mulai dari pinggang hingga bawah lutut, kain yang satu lagi diselempangkan mulai dari bahu kiri ke bawah ketiak sebelah kanan. Sedangkan pada wanita, pakaian ihram lebih bebas, namun disunahkan yang berwarna putih dan menutupi seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan.

Salat Sunah Ihram
Salat sunah ini diniatkan untuk melaksanakan ihram. Pada rakaat pertama, disunahkan untuk membaca surat Al Kafirun dan Surat Al Ikhlas di rakaat kedua.

Berangkat Menuju Miqat
Miqat adalah batas tempat yang telah ditentukan untuk memulai niat ibadah umroh. Tempat-tempat tersebut berbeda berdasarkan asal datangnya jemaah umroh.

Rukun Umroh

Ihram
Ihram merupakan tahapan pertama dalam rukun ibadah umroh, yaitu mengucapkan niat dengan menggunakan pakaian ihram untuk kemudian melanjutkan rangkaian ibadah sesuai tuntunan yang telah disunahkan Rasulullah Saw. Sejatinya, niat ibadah tempatnya ada di dalam hati, namun dalam ibadah umroh, niat ini disunahkan untuk diucapkan secara lisan dan dilakukan di tempat (Miqat) yang telah ditentukan.

Tawaf
Rukun selanjutnya yang dilakukan setelah ihram adalah tawaf, yaitu mengelilingi Kakbah sebanyak 7 kali, dimulai dari garis Hajar Aswad dan berakhir di garis Hajar Aswad pula. Selama melakukan tawaf tidak ada doa atau zikir yang ditetapkan oleh Rasulullah Saw. jadi boleh berdoa Apapun. Untuk itu berzikir, berdoa dan mintalah ampunan sebesar-besarnya kepada Allah Swt. karena di sanalah tempat doa-doa insyaAllah dikabulkan.

Sai
Sai adalah perjalanan dari bukit Shafa ke bukit Marwah dan sebaliknya. Hal ini dilakukan bolak-balik sebanyak 7 kali dan berakhir di bukit Marwah. Diriwayatkan bahwa Rasulullah menaiki bukit Shafa sehingga melihat Kakbah, namun demikian menaikinya sampai kaki bukit pun tidak apa-apa.

Tahalul
Rukun tahalul adalah mencukur sebagian atau seluruh rambut di kepala, atau bagi wanita menggunting sekurang-kurangnya tiga helai rambut. Tahalul merupakan rukun terakhir dalam pelaksanaan ibadah umroh. Ritual ini menandakan pembebasan diri dari seluruh larangan dan pantangan selama ihram.

Panduan Umroh

Panduan Umroh
Panduan Umroh / Umroh Backpacker

Secara berurutan, berikut ini adalah panduan teknis ibadah umroh, beserta doa-doa dan zikir yang dibaca dalam ibadah umroh.

Ihram

Setibanya di Miqat, bacalah niat umroh “Nawaitul umrota wa ahromtu bihaa lillahi ta’ala” yang artinya “Aku berniat melaksanakan umroh dan ihram karena Allah yang Mahatinggi”. Atau bisa juga dengan mengucapkan “labaika umrotan” atau “Ya Allah aku penuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan umroh”. Niat ini tidak boleh terlewat, sebab hukumnya wajib dan jika terlupa, maka jemaah harus membayar denda (dam) berupa seekor hewan kurban.

Dari tempat Miqat, perjalanan dilanjutkan menuju Mekkah untuk melaksanakan rukun selanjutnya sambil terus membaca kalimat talbiyah

Labbaik Allahuma labbaiik, labaiiika laa syarika laka labbaiik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulk laa syarika laik”.

Selama melaksanakan umroh, tepatnya setelah niat ihram dibaca, maka ada larangan-larangan yang harus dihindari oleh seluruh jemaah umroh, yaitu:

  • Dilarang menggunakan pakaian berjahit dan tutup kepala bagi laki-laki, serta sarung tangan bagi wanita.
  • Dilarang memakai wangi-wangian.
  • Dilarang menghilangkan rambut atau apapun yang ada di bagian tubuh dengan cara apapun.
  • Dilarang menggangu, memburu, atau membunuh binatang.
  • Dilarang memotong atau mencabut tanaman di Tanah Haram.
  • Dilarang melakukan perbuatan-perbuatan yang mengarah pada jima’i atau bersyahwat, apalagi berhubungan badan.
  • Dilarang mencaci maki dan mengucapkan kata-kata kotor.
  • Dilarang melamar, menikah, atau menikahkan orang lain.

Jika melanggar, maka jemaah harus membayar denda dengan memotong hewan kurban atau memberi makan fakir miskin. Adapun yang jumlahnya disesuaikan dengan pelanggaran yang dilakukan.

Tawaf

Sebelum melakukan tawaf, jemaah harus berada dalam keadaan suci, untuk itu disarankan untuk berwudu terlebih dahulu. Selain itu untuk jemaah pria, pakaian ihramnya harus diubah terlebih dahulu, yaitu lembar kain yang atas dipindahkan sampirannya dari bawah lengan kanan dan meletakkannya ke bahu kiri. Penyesuaian ini disebut sebagai “iztaba”.

Tawaf dimulai dengan berdiri di depan Kakbah menghadap ke Hajar Aswad kemudian berniatlah dalam hati “Ya Allah aku melaksanakan tawaf karena Engkau, mudahkanlah bagiku dan terimalah tawafku”. Selanjutnya mulailah memutari Kakbah dengan memberi isyarat tangan (atau jika memungkinkan mencium Hajar aswad) sambil mengucap “Allahu Akbar”, kemudian mulailah tawaf pertama.

Untuk memudahkannya, ikutilah garis hitam yang ada di lantai dan segaris lurus dengan lampu tanda berwarna hijau. Pada 3 putaran pertama disunahkan berlari-lari kecil, selanjutnya boleh dengan berjalan biasa.

Tidak ada bacaan yang wajib dibaca dalam rukun tawaf. Adapun bacaan yang dibolehkan dan dianjurkan selama pelaksanaan tawaf adalah Bacaan Alquran yang dikuasai dan zikir tasbih, tahmid, dan tahlil “Subhanallahu walhamdulillah walaa illa hailallahu Allahu akbar, wala haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil adziim”.

Ketika bertemu rukun Yamani, berdoalah “Robbana, atina fiddunnya hasanah, wafil ‘aakhiroti hasanah waqina adzabannar”. Lakukan secara berulang-ulang hingga tiba di Hajar Aswad, maka selesailah satu putaran. Lakukan hal yang sama hingga selesai 7 putaran.

Setelah selesai, berdoalah atas segala hajat yang diinginkan, lalu salatlah dua rakaat di belakang makam Nabi Ibrahim (atau di mana pun jika tidak memungkinkan), kemudian dilanjutkan dengan meminum air zam-zam.

Sai

Ketentuan utama rukun sai adalah:

Dilakukan setelah tawaf.
Dimulai dari bukit Shafa dan diakhiri di bukit Marwah.
Jumlah perjalan bolak balik adalah sebanyak 7 kali.
Tidak disyaratkan suci, boleh dilakukan oleh wanita yang sedang berhalangan sekalipun.

Bukit Shafa dan Marwah yang menjadi tempat pelaksanaan sai saat ini tidak lagi berwujud bukit, melainkan lorong bangunan. Sai dimulai dengan langkah-langkah biasa sampai tiba di tanda berwarna hijau, kira-kira sejauh 6 hasta, kemudian dilanjutkan dengan berlari-lari kecil hingga batas hijau kedua dan berjalan kembali dengan langkah-langkah biasa. Sambil berjalan atau berlari, doa yang dibaca adalah

Inna shoffa wal marwata min sya’aairillah. Abdau bimaa bada a Allahu bih”.

Sesampainya di bukit Shafa, menghadaplah ke Kakbah kemudian membaca “Allahu Akbar” 3x, dilanjutkan dengan

Laa illaha ilallah wahdahu laa syarikallah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumitu, wahuwal alla kulli syai’in qodir.

Setelahnya, berdoalah kepada Allah sesuai yang dikehendaki. Boleh juga membaca surat-surat pendek yang kita hapal. Ketika turun dari bukit Shafa ke bukit Marwah doa yang dibaca adalah “Robbighfir warham innaka antal a’azzul akram”. Lakukan keseluruhan proses tersebut sebanyak 7x.

Tahalul

Tahalul adalah dihalalkannya larangan-larangan ihram dalam ibadah umroh yang dilakukan, dengan cara mencukur sebagian rambut atau seluruhnya (bagi pria) sebagai ekspresi ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Dengan melakukan tahalul berarti berakhir sudah rangkaian ibadah umroh.

Tabungan Umroh

Tabungan Umroh
Tabungan Umroh / Umroh Backpacker / www.keuangansyariah.mysharing.co

Ibadah umroh memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Itu sebabnya ibadah ke Tanah Suci, baik itu haji maupun umroh, hanya diwajibkan bagi mereka yang mampu. Namun jangan dulu berkecil hati, faktanya banyak umat muslim yang hidup sederhana tetap bisa beribadah ke Tanah Suci walau harus menabung bertahun-tahun. Hal penting yang harus Anda lakukan adalah menguatkan niat dan mulai menyisihkan penghasilan Anda sedikit demi sedikit, karena bagi Allah Yang Mahakuasa, tidak ada apapun yang tidak mungkin.

Langkah-Langkah Menyiapkan Biaya Umroh

  • Bulatkan niat bahwa Anda akan berangkat ke Tanah Suci untuk melakukan ibadah umroh.
  • Kumpulkan informasi tentang besaran biaya yang harus Anda bayarkan saat keberangkatan nanti.
  • Tetapkan waktu keberangkatan. Hal ini berkaitan dengan kemampuan Anda menyisihkan sebagian pendapatan setiap bulannya hingga mencapai target yang ditentukan.
  • Untuk bisa membantu Anda mendisiplinkan diri menabung, alangkah baiknya jika Anda mengikuti program tabungan umroh yang diselenggarakan oleh beberapa lembaga keuangan, seperti misalnya di bank-bank syariah.

Apa itu Tabungan Umroh

Tabungan umroh merupakan salah satu fitur atau fasilitas yang disediakan lembaga keuangan seperti perbankan, baik konvensional maupun syariah, untuk membantu calon jemaah umroh menyiapkan diri secara finansial untuk beribadah ke Tanah Suci.

Pada tabungan umroh, ada sistem bagi hasil yang bisa diperoleh. Untuk itu, pastikan bahwa bank yang Anda pilih menerapkan hukum syariah, sehingga Anda bisa merasa lebih tenang menitipkan uang Anda di sana.

Bank yang menyediakan fitur tabungan umroh biasanya sudah terafiliasi dengan beberapa penyelenggara haji dan umroh yang terdaftar resmi di Kementrian Agama. Hal ini bisa memudahkan Anda untuk melakukan proses pendaftaran lebih lanjut dan membantu Anda terhindar dari penipuan yang marak terjadi dalam pengurusan haji dan umroh.

Selain dalam bentuk tabungan rencana, program lain yang ditawarkan adalah pembiayaan umroh. Artinya jika dana Anda belum mencukupi, pihak bank bisa memberikan bantuan kekurangannya dan bisa dibayarkan secara bertahap sepulangnya Anda dari ibadah umroh. Namun hal ini berarti Anda beribadah dengan cara meminjam.

Fatwa ulama memang menyatakan bahwa beribadah ke Tanah Suci dengan uang hasil pinjaman tidak merusak sahnya ibadah, namun hendaknya tidak memaksakan diri karena dikhawatirkan kita tidak mampu melunasinya. Karena bisa saja si peminjam meninggal sebelum menyelesaikan utangnya. Lagi pula agama pun tidak memberatkan umatnya. Itu sebabnya kewajiban tersebut hanya dikenakan bagi yang mampu.

Manfaat Mengikuti Program Tabungan Umroh

Prosesnya mudah seperti membuka akun tabungan rencana biasa.
Praktis dan Anda menjadi lebih disiplin menabung karena proses menabungnya biasanya dilakukan secara auto debet.
Akadnya jelas dan menguntungkan. Tabungan umroh yang diselenggarakan dengan prinsip syariah biasanya menerapkan sistem bagi hasil.
Pilihan nilai setoran per bulannya tetap (flat) sesuai kemampuan atau tergantung jangka waktu yang diambil berdasarkan target keberangkatan yang diinginkan si penabung.

Aman dan nyaman. Selain uang Anda terjaga, Anda juga terfasilitasi untuk melanjutkan proses pendaftaran selanjutnya melalui biro haji dan umroh resmi yang terafiliasi dengan pihak bank.

Simulasi Tabungan Umroh

Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas, marilah kita sedikit bersimulasi. Semisal Anda berencana pergi umroh 5 tahun mendatang. Diasumsikan biaya rata-rata pengurusan umroh di tahun tersebut, dengan fasilitas strandar, adalah sebesar 2000USD. Atau jika dirupiahkan dengan kurs rupiah Rp13.000,00 adalah sebesar Rp26.000.000,00. Maka besaran tabungan yang harus Anda setorkan setiap bulannya adalah sebesar Rp26.000.000,00 : (5×12) = Rp433.333.33.

Anda bisa saja membulatkan angka tersebut menjadi Rp450.000,00 atau Rp500.000,00 untuk mengantisipasi kenaikan biaya di masa keberangkatannya nanti. Atau jika Anda merasa jumlah tersebut terlalu berat. Anda bisa menambah masa tabungan menjadi 6 tahun sehingga cicilannya juga menjadi lebih ringan.

Bank atau Lembaga Keuangan yang Menyediakan Fasilitas Tabungan Umroh

Ada banyak lembaga keuangan yang memiliki fitur tabungan umroh dan masing-masing menawarkan beragam manfaat yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa bank yang memiliki fitur tabungan umroh:

  • Bank Syariah Mandiri (BSM)
  • Bank Muamalat
  • Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRI Syariah)
  • Bank Negara Indonesia Syariah (BNI Syariah)
  • Bank Permata Syariah

Perlengkapan Umroh

Perlengkapan Umroh
Perlengkapan Umroh / Umroh Backpacker / grosirperlengkapanhaji.com

Hal terakhir yang tidak kalah penting yang harus disiapkan untuk keberangkatan ke Tanah Suci adalah perlengkapan. Pastikan Anda menyiapkan segala sesuatunya dengan baik dan lengkap sehingga perjalanan ibadah Anda lebih ringan dan nyaman.

Daftar Perlengkapan Pribadi

  • Pakaian ganti
  • Baju dan celana/rok ganti
  • Pakaian dalam
  • Kerudung langsung (bergo)
  • Kaus kaki
  • Sarung tangan
  • Jaket atau sweter
  • Long john atau pakaian dalam untuk musim dingin (jika berangkat di musim dingin).
  • Perlengkapan mandi dan kebersihan
  • Handuk
  • Sabun cair
  • Sikat gigi dan pasta gigi
  • Sampo
  • Tisu basah
  • Pembalut dan pantyliner (bagi wanita)
  • Pelembab kulit, bibir, dan tabir surya
  • Wangi-wangian
  • Obat-obatan pribadi dan suplemen kesehatan
  • Perlengkapan ibadah
  • Pakaian ihram
  • Sajadah
  • Mukena (bagi wanita)
  • Buku panduan umroh
  • Gunting kuku untuk persiapan ihram
  • Gunting rambut untuk tahalul
  • Perlengkapan lain-lain
  • Selimut tipis dan bantal tiup
  • Payung lipat
  • Sendal jepit
  • Kacamata dan masker
  • Kantong plastik untuk menyimpan sendal atau pakaian kotor
  • Tas ekstra untuk oleh-oleh.

Tips Meyiapkan Perlengkapan Umroh

Pastikan Anda tidak membawa terlalu banyak barang, terutama yang kurang penting, untuk menghindari kerepotan selama perjalanan, transit dan saat berada di Tanah Suci.

Sediakan minimal 3 tas utama, yaitu:

Tas Dokumen
Usahakan tas ini berukuran kecil, ringan, dan mudah dibawa-bawa, karena tas ini akan terus menempel pada Anda selama perjalanan dan ibadah. Isilah tas dengan dokumen dan barang-barang penting seperti paspor, dompet, peta, buku telepon atau buku catatan kecil dan telepon seluler.

Tas Kabin
Dinamakan tas kabin karena ukurannya setidaknya harus bisa masuk ke dalam kabin pesawat. Tas ini sebaiknya berbentuk ransel atau travel bag kecil yang praktis dan mudah dibawa-bawa, karena nantinya akan diisi dengan barang-barang seperti obat-obatan pribadi, sweter, mukena kecil, charger, makanan dan minuman ringan, atau barang-barang lainnya yang paling sering digunakan.

Harap diperhatikan untuk tidak membawa benda-benda tajam ke dalam tas kabin, seperti gunting, gunting kuku, garpu, atau apapun yang membahayakan, karena nantinya akan disortir oleh pihak pemeriksa di bandara.

Tas Bagasi
Dinamakan tas bagasi karena nantinya akan dimasukan ke dalam bagasi pesawat. Biasanya berbentuk koper. Di tas ini Anda bisa memasukkan barang-barang keperluan Anda yang dibutuhkan selama di Tanah Suci. Berhati-hatilah untuk tidak meletakan uang atau barang-barang berharga di dalam tas ini karena setelah proses check in di bandara, tas ini tidak akan ada bersama Anda hingga ketibaan di Tanah Suci.

Demikian tuntunan lengkap mengenai ibadah umroh yang bisa kami bagi untuk Anda. Semoga bermanfaat dan bisa membantu Anda menjalankan ibadah umroh dengan lebih khusyuk dan mabrur.

Persiapkan Perjalanan Umroh Anda dan Raih Keberkahan di Tanah Suci

Beribadah ke Tanah Suci tentu menjadi impian hampir semua umat Islam. Mengingat antrian keberangkatan haji sangatlah lama, maka umroh menjadi alternatif solusi bagi Anda yang ingin segera menginjakkan kaki di Tanah Suci dan beribadah langsung di Baitullah. Berikut ulasan mengenai manasik umroh, doa umroh, perjalanan umroh, dan oleh-oleh umroh yang perlu Anda ketahui sebagai persiapan untuk umroh ke Tanah Suci.

Manasik Umroh

Manasik Umroh
Manasik Umroh / Umroh Backpacker / Pinterest

Bimbingan manasik umroh merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan agar perjalanan umroh Anda berjalan lancar dan mabrur. Perjalanan umroh merupakan perjalanan suci untuk meraih setinggi-tingginya keberkahan Allah di Tanah Suci. Oleh karena itu diperlukan persiapan yang matang sebelum berangkat menjalankan ibadah tersebut. Bimbingan manasik umroh merupakan serangkaian pembekalan bagi para umat Islam yang hendak melakukan perjalanan umroh. Bimbingan ini biasanya dilakukan sekitar 1 sampai 3 kali pertemuan sebelum keberangkatan umroh. Bimbingan manasik umroh sifatnya memang tidak wajib, tetapi manfaatnya sangatlah besar untuk kelancaran ibadah selama di Tanah Suci. Jadi Anda perlu melakukan bimbingan manasik umroh ini jika Anda menginginkan kelancaran dan kemudahan untuk mencapai keberkahan di Tanah Suci.

Di dalam kegiatan manasik umroh akan dijelaskan tentang tata cara perjalanan ibadah umroh, cara mengenakan pakaian ihram, rukun umroh, serta wajib umroh. Rukun umroh merupakan serangkaian ibadah yang wajib dilakukan oleh jemaah umroh agar ibadah umrohnya sah. Rukun wajib umroh meliputi 4 hal, yaitu Ihram umroh, Tawaf, Sa’i, dan Tahallul. Keempat hal tersebut haruslah dilaksanakan secara tertib. Jika salah satu dari keempat ibadah tersebut tidak dilakukan, maka umrohnya tidaklah sah. Hal yang merupakan wajib umroh yaitu berihram di miqat. Miqat adalah batasan dimulainya ibadah haji atau umroh. Miqat terbagi menjadi dua yaitu miqat Zamani (batas waktu) dan miqat makami (batas letak). Jemaah umroh harus melafadzkan niat dan berihram saat di miqat. Jika jemaah tidak melaksanakan ihram di miqat, maka jemaah wajib membayar dam (denda) agar ibadah umrohnya bisa sah. Batas wilayah yang menjadi miqat antara lain: Dhul-hulaifah (sekitar 450 KM dari Mekkah), Al-Juhfah/Mahya’ah (sekitar 187 KM dari Mekkah), Dzatu Erq (sekitar 94 KM dari Mekkah), Yalamlam (sekitar 54 KM dari Mekkah), Qornul Manazil (sekitar 94 KM dari Mekkah). Jemaah asal Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Yaman biasanya menggunakan miqat di daerah Yalamlam.

Doa Umroh

Doa Umroh
Doa Umroh / Umroh Backpacker

Doa selama perjalanan umroh sebenarnya sangatlah banyak dan lengkap. Tetapi jika jemaah merasa terlalu berat atau kesulitan, ada beberapa doa yang penting untuk diingat. Doa umroh secara keseluruhan meliputi:

Doa perjalanan keberangkatan: doa ketika hendak berangkat dari rumah dan doa saat keluar rumah menuju embarkasi, doa ketika duduk di dalam pesawat, doa ketika pesawat mulai bergerak, doa ketika sampai di tempat tujuan.

Niat umroh.

Doa sesudah melaksanakan ihram.

Bacaan Talbiyah.

Doa masuk ke Masjidil Haram.

Doa ketika melihat Kakbah.

Doa tawaf: doa putaran 1 hingga 7, doa sesudah melakukan tawaf, doa setelah melakukan salat sunah di belakang maqam Ibrahim, doa sesudah salat sunah di Hijir Ismail, dan doa sewaktu minum air Zamzam.

Doa Sa’i: Doa ketika akan mendaki bukit Shafa sebelum dimulainya Sa’i, doa ketika di atas bukti Shafa dengan menghadap ke Kakbah, doa Sa’i perjalanan 1 hingga ke 7.

Doa Tahallul.

Doa ziarah di kota Madinah: doa memasuki kota Madinah, doa masuk ke dalam masjid Nabawi, doa salam ketika berada di makam Rasullullah Saw., doa salam kepada Abu Bakar Al-Siddiq Ra., doa salam kepada Umar bin Al Khatab Ra., doa ketika di Raudhah, doa salam ketika berziarah di Baqi’, doa salam kepada Sayyidina Usman bin Affan Ra., doa salam kepada Sayyidina Hamzah Ra. dan Mushabbin Umair di daerah Uhud, doa salam kepada para syuhada di daerah Uhud, doa meninggalkan Madinah.

Doa ketika tiba di kampung halaman.

Doa-doa tersebut tentu akan terasa sangat berat jika harus dihafalkan semuanya. Tetapi jemaah tidak harus menghafal semuanya secara keseluruhan. Jemaah bisa membawa buku panduan doa selama perjalanan umroh dan menghafalkan beberapa doa yang sangat penting saja. Beberapa doa yang mudah dan penting untuk dihafal antara lain:

Doa Ketika Hendak Berangkat Dari Rumah

Ketika hendak meninggalkan rumah untuk melaksanakan ibadah umroh, disunahkan untuk melaksanakan salat 2 rakaat. Rakaat pertama membaca surat Al-Fatihah, dilanjutkan membaca surat Al-Kafirun. Sedangkan pada rakaat kedua disunahkan membaca surat Al-Fatihah yang dilanjutkan dengan membaca surat Al-Ikhlas. Setelah selesai salam maka doa yang dibaca adalah:

Alhamdulillahilladhii hadhanii bilislami wa arsyadanii ilaa adaaii manaasikii hajambibaitihi wamuqtamirom bimasyaa’irih. Allahumma sholla a’lannabiyyil ummayya wa alla alihi wa asyhabihi ajma’in. Allahhumma illaika tawajjahtu, wabikaqtashomthu, allahummakfinii maa hammanii wamaa laa ahtammulah. Allahumma zawwadniiyattaqwaa, waghfirlii dzambiyaa”

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk kepdaku dengan Islam dan memberikan bimbingan kepadaku untuk menunaikan manasik hajiku di rumah-Nya dan mengerjakan umroh di tempat lambang-lambang keagungan-Nya. Ya Allah, berilah selawat atas Nabi yang tidak bisa baca dan tulis dan atas keluarga dan para sahabatnya sekalian. Ya Allah kepada-Mu aku menghadap dan dengan-Mu aku berpegang teguh. Ya Allah lindungilah aku dari sesuatu yang menyusahkan dan sesuatu yang tidak aku perlukan. Ya Allah bekalilah aku dengan takwa dan ampunilah dosaku.”

Niat Umroh

“Labaikkallahumma umrottan”.

Artinya: “Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah untuk berumroh.”

Bacaan Talbiyah

“Labaikka allahuma labbaik, labbaika laa syariikalaka labbaik, innalhamda wanniqmatta lakaa walmulk laa syariikalak”

Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kemuliaan dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.”

Doa Ketika Melihat Kakbah

“Allahumma dzid hadhaal baita tasyriiqoowa taqdziimaw watakriimaa wamahaabah, wa dzid man syarrofahu wa adzdamahu wakarromahhu mimman hajjahu awi’ tamarahu tasyriqo wataqdzimman wa birro.

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan wibawa pada bait (Kakbah) ini, dan tambahkan pula pada orang-orang yang memuliakan, mengagungkan, dan menghormatinya di antara mereka yang berhaji atau yang berumroh dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kebaikan.”

Doa Ketika Meminum Air Zam-Zam

“Allahumma inni asaluka ilmann nafi’an warizqan wasyi’an wasyifaan min kulla daain wa saqommin birohmatika yaa arhamarrohimin”.

Artinya: Ya Allah, aku mohon pada-Mu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit dan kepedihan dengan rahmat-Mu, ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dari segenap yang pengasih.

Beberapa doa di atas merupakan doa penting dan mudah untuk dihafal, mengenai doa-doa lain yang panjang dan sulit dihafal, Anda bisa membawa buku panduan doa dan membacanya ketika hendak berdoa.

Perjalanan Umroh

Perjalanan Umroh
Perjalanan Umroh / Umroh Backpacker

Perjalanan umroh secara umum meliputi perjalanan menuju kota Mekkah dan ke kota Madinah. Selama perjalanan umroh, Anda akan melaksanakan rukun umroh dan wajib umroh. Berikut adalah tata cara pelaksanaan ibadah umroh:

Ihram

Sebelum ihram, calon jemaah umroh disunahkan untuk melakukan mandi Jannabah (mandi besar). Bagi laki-laki diwajibkan mengggunakan pakaian ihram, yaitu 2 lembar kain putih tanpa jahitan yang digunakan sebagai selendang dan sebagai sarung. Sedangkan bagi wanita boleh menggunakan pakaian apa saja, tetapi harus menutupi aurat dan tanpa dihiasi oleh perhiasan, serta tidak boleh menggunakan cadar.

Wajib umroh adalah berihram di miqat. Niat umroh juga diucapkan ketika berada d miqat, selanjutnya setelah mengucapkan niat selama perjalanan menuju Mekkah, disunahkan untuk mengucapkan talbiyah, selawat, dan doa hingga hendak dimulainya tawaf.

Memasuki kota Mekkah dan berdoa.
Memasuki Masjidil Haram dan berdoa. Untuk masuk ke Masjidil Haram bisa menggunakan pintu mana saja.
Melihat Kakbah dan berdoa.
Sewaktu melintasi maqam Ibrahim ketika akan memulai Tawaf maka disunahkan untuk berdoa.
Tawaf

Beberapa syarat sahnya tawaf antara lain: jemaah dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun besar serta bebas dari najis, menutup aurat, berada di dalam area Masjidil Haram, memulai tawaf dari Hajar Aswad, posisi Kakbah di sebelah kiri jemaah selama tawaf, di luar Kakbah, mengelilingi Kakbah sebanyak 7 putaran.

Tawaf dimulai dari Hajar Aswad. Jika memungkinkan, disunahkan untuk mencium Hajar Aswad. Tetapi jika tidak memungkinkan, dapat memberikan isyarat dengan melambaikan tangan pada Hajar Aswad dan mengecupnya dari kejauhan.

Saat akan memulai tawaf putaran pertama, disunahkan untuk melambaikan tangan pada Hajar Aswad dan menghadapkan badan pada Kakbah, jika tidak memungkinkan untuk menghadapkan seluruh badan pada Kakbah, maka bisa dimiringkan sedikit saja ke arah Kakbah.

Pada putaran kedua dan seterusnya cukup menghadapkan wajah pada hajar Aswad dengan mengangkat tangan dan berdoa. Selamat 7 kali putaran tawaf, disunahkan untuk berdoa dan berzikir. Setiap sampai di rukun Yamani, disunahkan untuk mengangkat tangan tanpa mengecupnya dan berdoa.

Selama tawaf tidak diperkenankan menyentuh Kakbah, Hijir Ismail, dan Syadzarwan. Apabila memungkinkan, selama tawaf disunahkan untuk berdoa di Multazam, salat sunah 2 rakaat di sekitar maqam Ibrahim, dan meminum air zam zam.

Sa’i

Setelah melakukan tawaf, ibadah selanjutnya adalah Sa’i. Syarat sahnya sa’i antara lain: telah diawali tawaf sebelumnya, dimulai dari bukit Shafa dan diakhiri di bukit Marwah, dilakukan sebanyak 7 kali, memotong setiap perjalanan antara Shafa dan Marwah, dan dilaksanakan di tempat Sa’i.

Ketika hendak memulai sa’i, jemaah disunahkan untuk berdoa ketika hendak mendaki bukit Shafa. Ketika telah sampai di bukit Shafa, menghadaplah ke kiblat dan berdoa. Selanjutnya, lakukan ibadah sa’i antara bukit Shafa dan Marwah.

Setiap perjalanan dari bukit Shafa ke Marwah dihitung satu kali perjalanan, demikian juga sebaliknya, dari bukit Marwah ke Shafa juga dihitung satu kali. Setiap melintas pada dua pilar hijau atau lampu hijau, jemaah laki-laki disunahkan untuk berlari-lari kecil, sedangkan jemaah perempuan cukup berjalan seperti biasa. Selama tujuh kali perjalanan sa’i disunahkan untuk membaca doa.

Tahallul
Tahallul adalah h4 pemotongan rambut sebagai tanda telah diperbolehkannya melakukan hal-hal maupun perbuatan yang sebelumnya dilarang ketika berihram. Pemotongan rambut bisa dilakukan sebagian saja atau keseluruhan rambut.

Umroh Backpacker

Umroh Backpacker
Umroh Backpacker / Umroh Backpacker

Saat ini umroh backpacker cukup ngetren di kalangan masyarakat luas. Umroh backpacker merupakan salah satu alternatif cara cepat berangkat umroh tanpa menghabiskan dana terlalu banyak. Umroh backpacker bisa menghemat bujet 5 hingga 7 juta jika dibandingkan dengan umroh melalui biro travel perjalanan haji dan umroh.

Perjalanan umroh murah ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan umroh backpacker yaitu:

Bisa mengatur jadwal sesuka hati.
Hemat di kantong.
Selama di Tanah Suci, jemaah umroh backpacker bisa mengatur jadwal perjalanannya dengan leluasa.

Bisa berlama-lama di suatu tempat.
Tidak harus patuh dan taat pada agenda perjalanan yang ketat seperti pada perjalanan umroh yang menggunakan biro travel.
Juga tidak harus menunggu katering ketika hendak makan.

Selain kemudahan dalam mengatur jadwal selama di Tanah Suci, satu hal yang pasti menjadi kelebihan umroh backpacker adalah penghematan dana yang cukup banyak. Namun umroh hemat ala backpacker selain memberikan keuntungan juga memiliki beberapa kekurangan. Kekurangannya antara lain:

Perjalanan yang harus ditempuh dari Tanah Air ke Tanah Suci membutuhkan waktu yang cukup lama, hal ini berkaitan dengan pemilihan maskapai dan rute. Umroh backpacker tentu memilih maskapai penerbangan yang murah. Maskapai penerbangan yang murah ini biasanya harus transit selama beberapa kali (2 hingga 4 kali) di beberapa negara sebelum mencapai Tanah Suci. Negara-negara yang menjadi tempat transit antara lain: India, Malaysia, Thailand, Abu Dhabi, Yaman, Dubai, dan lainnya.

Kekurangan yang kedua yaitu jemaah umroh backpacker sering harus menginap di bandara transit. Hal ini dikarenakan untuk sekadar berjalan-jalan di luar area bandara pun dibutuhkan visa, sehingga para jemaah terpaksa menginap di dalam bandara dengan fasilitas seadanya.

Kekurangan yang ketiga yaitu masalah konsumsi. Karena umroh backpacker memang tidak menggunakan jasa katering, maka selama di Tanah Suci mereka harus mencari makanan sendiri. Rata-rata jemaah umroh mencari makanan yang cocok dengan lidah mereka, sedangkan makanan di Tanah Suci cukup jauh berbeda dengan menu masakan di Indonesia. Hal inilah yang terkadang membuat jemaah umroh sibuk mencari makanan yang sesuai selera sehingga kecapean atau ibadahnya menjadi kurang khusyuk.

Kekurangan yang keempat adalah masalah penginapan. Karena umroh backpacker menggunakan penginapan yang murah, tentu saja jarak penginapan dengan Masjidil Haram pun sangat jauh, bisa mencapai 6 kilometer. Jarak yang cukup jauh ini bisa menyebabkan jemaah malas berangkat ataupun malas kembali dari masjid.

Umroh backpacker memang memberikan petualangan dan tantangan tersendiri, tetapi persiapan fisik dan mental memang harus dipersiapkan sematang mungkin jika menginginkan umroh ala backpacker. Usia yang disarankan untuk melakukan umroh backpacker maksimal 40 tahun, dengan pertimbangan: usia di bawah 40 tahun masih memiliki ketahanan fisik untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, dan melakukan serangkaian perjalanan yang cukup menguras tenaga.

Oleh-Oleh Umroh

Oleh-Oleh Umroh
Oleh-Oleh Umroh / Umroh Backpacker

Melaksanakan umroh tidak lengkap rasanya jika pulang ke Tanah Air tanpa membawa oleh-oleh untuk sanak keluarga dan kerabat. Beberapa barang yang bisa dijadikan oleh-oleh umroh antara lain:

Air Zam Zam

Air zam zam merupakan air dari Tanah Suci yang diyakini memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit dan memudahan doa untuk dikabulkan. Air zam zam bisa menjadi salah satu oleh-oleh umroh. Memang membawa air zam zam cukup sulit dari Tanah Suci ke tanah air, tetapi jika Anda ingin membawa air zam zam dalam jumlah cukup banyak, Anda bisa menggunakan jasa paket internasional. Sesampai di Indonesia, Anda bisa mengemasnya dalam botol kecil untuk dibagikan bersama kacang Arab atau kurma sebagai oleh-oleh.

Kurma

Kurma merupakan buah yang wajib dibawa sebagai oleh-oleh dari Tanah Suci. Kurma terdiri dari berbagai jenis, yaitu kurma hijau atau kurma muda, kurma basah, dan kurma nabi atau kurma Ajwa. Kurma nabi merupakan kurma yang paling banyak dicari karena konon kurma tersebut merupakan kurma yang langsung ditanam sendiri oleh Rasullullah Saw. Kurma nabi bentuknya lebih kecil dari kurma biasa, berwarna hitam, dan sedikit lebih keras dibandingkan kurma biasa. Kurma selanjutnya yang juga cukup sering dicari adalah kurma muda. Kurma muda dipercaya bisa membantu wanita yang sulit hamil agar segera bisa hamil dan memiliki momongan apabila dikonsumsi secara teratur.

Kacang Arab

Kacang arab merupakan jenis camilan yang banyak digemari. Kacang Arab mirip dengan kacang almond, hanya saja bentuknya lebih kecil. Rasa kacang Arab sangat gurih dan renyah, sehingga sangat cocok untuk dijadikan suguhan bagi para tamu sepulang perjalanan umroh.

Sajadah

Sajadah juga bisa menjadi salah satu oleh-oleh umroh. Sajadah yang dijual di Arab Saudi kebanyakan adalah buatan Turki. Pilihlah sajadah yang tidak terlalu tebal jika Anda ingin membawa cukup banyak sajadah untuk oleh-oleh, atau bisa juga dipaketkan.

Gamis dan Syal

Gamis dan syal di Arab Saudi cukup bagus kualitasnya dan bisa dijadikan oleh-oleh. Gamis dan syal di Tanah Suci berbahan halus, tidak tipis, dan berkualitas bagus. Syal buatan Pakistan memiliki corak kotak-kotak dalam berbagai pilihan warna juga bisa menjadi alternatif pilihan oleh-oleh.

Kayu Siwak

Kayu siwak bisa menjadi oleh-oleh umroh yang unik. Kayu siwak dapat digunakan untuk menggosok gigi. Caranya cukup mudah. Kupas kulit kayu siwak sepanjang sekitar 1 cm, lalu gigit bagian daging kayu agar berubah menjadi seperti kuas, sehingga bisa digunakan untuk menggosok gigi. Kandungan getah kayu siwak juga dapat membunuh bakteri dan kuman di dalam mulut.

Pacar atau Henna

Pacar atau henna merupakan oleh-oleh yang cukup digemari oleh kaum wanita. Pacar atau henna bisa digunakan untuk mengecat kuku atau membuat hiasan henna pada tangan atau kaki. Pacar terdiri dari dua jenis, yaitu pacar bubuk yang sering disebut dengan pacar Cina, dan pacar pasta yang sering disebut henna.

Tasbih

Tasbih juga dapat menjadi oleh-oleh umroh. Tasbih tersedia dalam berbagai ukuran dan bahan. Pilih tasbih yang berbahan kayu kokka, karena kayu tersebut dapat mengeluarkan aroma yang menenangkan, jadi dapat digunakan sebagai aroma terapi selama berzikir.

Rumput Fatimah

Rumput Fatimah dapat menjadi salah satu oleh-oleh umroh yang langka. Jarang sekali jemaah umroh yang pulang membawa oleh-oleh ini kecuali jika ada pesanan. Rumput Fatimah konon dipercaya dapat membantu ibu yang kesulitan melahirkan. Cara penggunaannya sangat mudah, yaitu dengan memasukkan rumput Fatimah ke dalam baskom berisi air lalu air rendaman tersebut diminumkan pada ibu yang mengalami kesulitan melahirkan. Rumput Fatimah ini biasanya dijual dalam bentuk kering dan bentuknya lebih mirip tangkai bunga kering.

Demikian ulasan mengenai manasik umroh, perjalanan umroh, doa-doa umroh, umroh backpacker, serta oleh-oleh umroh. Semoga ulasan di atas dapat membantu Anda untuk mempersiapkan perjalanan umroh ke Tanah Suci. Semoga bermanfaat dan selamat mempersiapkan perjalanan suci Anda.