Tips Praktis Menjadi Haji Mabrur

Haji adalah perjalanan yang “abadi”. Mereka mengatakan bahwa berhaji adalah perjalanan seumur hidup. Namun, saya melihat begitu banyak orang, saudara kita, bingung, frustrasi, atau tidak terlalu peduli dengan setiap tahapan ibadah haji. Oleh karena itu, berikut adalah nasihat tulus untuk saudara-saudara saya yang akan berangkat haji atau umroh tahun ini.

Bekali Diri Anda Sebelum Pergi Haji

Bekali Diri Anda Sebelum Pergi Haji
Bekali Diri Anda Sebelum Pergi Haji

Ini adalah poin yang paling penting. Kita tentu tahu bahwasanya pengetahuan dan informasi adalah kekuatan kita untuk bertahan di dunia luar. Hal ini juga berlaku pada saat kita pergi haji. Saya melihat orang-orang kebingungan, tidak tahu apa yang harus dilakukan, toleh kanan dan kiri. Pada akhirnya, mereka mengikuti apa yang orang lain lakukan tanpa tahu itu benar atau tidak. Meskipun pemerintah Arab Saudi menyediakan banyak papan informasi, meskipun kita berangkat dengan rombongan, hendaknya tetaplah membekali diri dengan pengetahuan seputar tahapan haji. Memang, saya tahu orang-orang yang telah pergi dan kembali dari haji memiliki pengalaman. Pada kenyataannya, banyak dari mereka yang masih tidak mengerti, misalnya dibutuhkan tujuh putaran mengelilingi Kakbah sehingga menghasilkan satu tawaf.

Jadi, lakukan dan bekalilah diri Anda dengan manasik haji sebelum pergi. Pelajarilah bagaimana melakukan setiap tahapan ibadahnya sedekat mungkin dengan sunah.

Persiapkan Hati Anda

Persiapkan Hati Anda
Persiapkan Hati Anda

Setiap tahun di haji, Anda akan melihat dua jenis orang. Pertama, ketika terjebak kemacetan atau kepadatan massa selama 5 jam lamanya, Anda akan melihat jenis pertama, duduk di sana dengan tenang, dengan kesabaran, bersikap bijaksana dengan memanfaatkan waktunya berzikir kepada Allah Swt. atau membaca Alquran. Sementara jenis kedua akan menggerutu dan mengeluh, gelisah di tempat duduknya, menyumpahi sopir bus yang telah membuang waktunya, atau yang telah membuatnya terlambat.

Akan menjadi jenis yang manakah Anda di antara mereka nantinya? Oleh karena itu, persiapkan hati Anda sebelum berangkat. Mereka yang hatinya tulus, ikhlas, dan siap, tentu akan memiliki kesabaran yang luar biasa sehingga dalam situasi sulit pun ia akan tetap beribadah.

Pelajarilah Salat Jenazah

Pelajarilah Salat Jenazah
Pelajarilah Salat Jenazah

Hampir tidak ada salat fardu di Masjidil Haram yang tidak diikuti oleh salat jenazah. Saya melihat banyak dari saudara-saudara kita yang hanya duduk dan tidak berpartisipasi dalam salat jenazah, hanya karena mereka tidak mengetahui bagaimana cara melakukannya.

Rasulullah Saw. bersabda:

“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyalatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945)

Dan ingat, pahala salat di Masjidil Haram sama dengan 100.000 kali salat di tempat lain (HR al-Tabrani). Jadi jangan lewatkan kesempatan besar tersebut untuk menambah nilai ibadah Anda.

Lebih Dari Sekadar Kata-Kata di Mulut, Tetapi Ucapkanlah Dengan Hati

Lebih Dari Sekadar Kata-Kata di Mulut, Tetapi Ucapkanlah Dengan Hati
Lebih Dari Sekadar Kata-Kata di Mulut, Tetapi Ucapkanlah Dengan Hati

Ketika Anda membaca Talbiyah, jangan hanya mengucapkannya di mulut tanpa makna, tanpa mengetahui apa artinya. Pikirkan dan maknai kata-kata tersebut. Hal ini juga berlaku terhadap setiap doa yang Anda panjatkan kepada Allah Swt.

Bersikap Baik

Bersikap Baik
Bersikap Baik

Mereka bertanya: “Apa yang membuat haji mabrur, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Berbagi makanan dengan orang lain dan menyebarkan salam.” (Fath al-Bari, 4/446).

Jadi, bantulah wanita tua dengan bagasinya, dan orang lain yang ingin menyeberang jalan. Longgarkan barisan untuk membuat ruang di saf bagi sesama muslim, sehingga mereka juga dapat menemukan tempat untuk berdoa. Bagilah manisan dengan anak-anak di pinggir jalan, berilah segelas air zamzam di genggaman Anda kepada mereka yang pingsan di perjalanan haji atau umroh, tersenyumlah kepada setiap orang, dan ucapkanlah salam. Lakukanlah hal tersebut dengan hati yang ikhlas dan tulus.

Panduan Haji – Tips Perjalanan dari Mekah Hingga Kembali Lagi ke Mekah

20th January 2016

Ketika Para Orang Tua Pergi Haji atau Umroh

20th January 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *