Cara Mengetahui Tahun Keberangkatan dengan Nomor Porsi Haji

Kalau sudah mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji, sangat penting untuk mengetahui nomor porsi haji. Nomor tersebut merupakan identitas calon haji nonkuota. Sebagai legalitas dan termasuk di dalam daftar tunggu haji Departemen Agama RI. Sehingga prediksi keberangkatan ke Tanah Suci, lebih mudah diketahui. Persiapan pun bisa dilakukan dengan lebih matang.

Nomor Porsi Haji untuk Ketahui Tahun Keberangkatan

Nomor Porsi Haji untuk Ketahui Tahun Keberangkatan

Nomor Porsi Haji untuk Ketahui Tahun Keberangkatan / Umroh Backpacker

Meskipun informasi tersebut  sangat penting, tidak sedikit calon jamaah haji yang belum mengetahuinya. Saat ini daftar tunggu haji sangat panjang, mencapai belasan tahun. Hal ini terjadi hampir di seluruh daerah. Jadi sangat disarankan untuk segera mendaftarkan diri selagi muda. Sehingga bisa berangkat haji, sebelum masa lansia. Mengingat ibadah ini membutuhkan fisik yang prima.

Nomor porsi jemaah haji ini semacam nomor antrian atau pendaftaran. Jamaah bisa memperolehnya, setelah melunasi setoran awal pada bank tertentu. Nomor porsi calon haji diterbitkan oleh Kementrian Agama. Perlu diketahui, kalau nomor tersebut tidak dapat dialihkan untuk orang lain. Jadi hanya berlaku bagi calon haji bersangkutan.

Nomor antrian keberangkatan haji tersebut, biasanya tercantum pada dokumen setoran awal. Bank penerima setoran haji akan memberi tahu mengenai nomor haji tersebut, yang jumlahnya 10 digit angka. Wajib dipahami, nomor tersebut bukan nomor Surat Pendaftaran Pergi Haji atau SPPH, yang didapatkan ketika pertama kali melakukan pendaftaran di kantor Kementrian Agama tingkat kota atau kabupaten.

Pengecekan Nomor Porsi Haji Secara Online

Pengecekan Nomor Porsi Haji Secara Online

Pengecekan Nomor Porsi Haji Secara Online / Umroh Backpacker

Pengecekan nomor porsi haji sangat mudah dan cepat. Anda bisa mengaksesnya secara online. Kalau estimasi keberangkatan sudah diketahui, ini akan memudahkan persiapan pelunasan pembayaran lainnya, seperti Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Calon jamaah haji, juga bisa lebih fokus untuk memikirkan ilmu berhaji, manasik, dan berbagai persiapan lainnya.

Pengecekan online bisa dilakukan dengan mengunjungi situs resmi Depag bidang haji. Anda bisa mengakses haji.kemenag.go.id. Melalui websitenya ini, bisa diketahui tahun keberangkatan haji Anda. Caranya dengan melakukan pengisian nomor porsi dan tanggal lahir. Kalau belum mengetahui nomor tersebut, Anda bisa menanyakannya di tempat pendaftaran haji. Kalau Anda berangkat melalui agen perjalanan ibadah haji, mereka akan membantu Anda untuk pengecekannya.

Kondisi Tertentu yang Menunda Keberangkatan Haji

Kondisi Tertentu yang Menunda Keberangkatan Haji

Kondisi Tertentu yang Menunda Keberangkatan Haji / Umroh Backpacker

Daftar tunggu haji luar biasa panjang di Tanah Air. Sehingga umat Islam harus bersabar menunggu waktu naik haji, hingga belasan tahun. Anda bisa masuk dalam daftar tunggu, dengan alasan sebagai berikut.

  • Kuota haji sudah habis. Jadi meskipun sudah melunasi seluruh biayanya, Anda tetap harus rela menunggu untuk rentang waktu tertentu.
  • Pelunasan biaya haji belum dilakukan, padahal sudah waktunya berangkat. Kondisi ini mengakibatkan penundaan keberangkatan Anda sampai tiba musim haji selanjutnya.
  • Pembayaran sudah dilunasi, tapi gagal berangkat karena alasan tertentu. Berbagai keadaan tidak terduga bisa saja dialami calon jamah haji, seperti menderita sakit, hamil dan sebagainya. Penundaan akan diganti di musim haji berikutnya.
    Cara Mengetahui Tahun Keberangkatan dengan Nomor Porsi Haji

    Cara Mengetahui Tahun Keberangkatan dengan Nomor Porsi Haji / Umroh Backpacker

    Sebelum berangkat ke Baitullah, Anda juga perlu memahami adanya tasreh, yang merupakan visa khusus bagi calon jamaah haji. Kalau keberangkatan haji melalui jalur pemerintah dan biro perjalanan haji, secara otomatis akan mendapatkan surat izin memasuki kawasan Arab Saudi. Agen perjalanan ilegal biasanya tidak memberikan visa ini kepada jamaah.

    Orang yang berangkat naik haji sendiri, tanpa sepengetahuan pemerintah, biasanya tidak mengantongi tasreh. Kalau calon haji resmi tidak memiliki tasreh, tidak akan diberangkatkan. Sedangkan kalau sudah di Arab Saudi baru ketahuan, calon jamaah haji tersebut biasanya akan dilarang menjalani berbagai proses haji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *