Cara Daftar Haji Reguler dan ONH Plus

Sebelum pergi menjalankan ibadah haji, tentunya hal yang harus dilakukan pertama kali adalah mendaftarkan diri untuk pergi haji. Namun tidak semua orang tahu detail prosedur dan cara daftar haji. Karena itu, di sini akan dibahas mengenai penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia yang terbagi dalam dua cara, yaitu:

  • Haji reguler, yakni haji yang diselenggarakan oleh pemerintah
  • Haji ONH plus, yakni haji yang diselenggarakan oleh pihak swasta

Perbedaan keduanya terletak pada setoran pendaftaran, jumlah pembayaran, dan fasilitas selama di Tanah Suci. Peserta haji reguler akan menginap selama 40 hari di tanah suci, sedangkan peserta haji plus cukup 25 hari saja.

Adapun cara mendaftar haji secara reguler adalah:

Membuka Rekening Haji

Membuka Rekening Haji

Membuka Rekening Haji / Umroh Backpacker

Membuka rekening haji bisa dilakukan di beberapa bank yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai penerima setoran haji. Bank tersebut adalah: BRI, BRI Syariah, BNI, Bank Muamalat, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, BTN, Bank Jateng, Bank CIMB, dan Bank Mega Syariah. Cara membuka rekening haji sama dengan membuka rekening biasa, membawa persyaratan KTP dan melakukan setoran minimal. Jika tabungan telah mencapai 25 juta, maka Anda bisa mendaftarkan diri ke Kementrian Agama untuk mendapatkan SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji) dan Nomor Porsi.

Mencari Surat Keterangan Sehat dan Golongan Darah

Mencari Surat Keterangan Sehat dan Golongan Darah

Mencari Surat Keterangan Sehat dan Golongan Darah / Umroh Backpacker

Surat pengantar kesehatan ini bisa Anda dapatkan di instansi kesehatan publik, seperti rumah sakit daerah, umum, maupun Puskesmas terdekat. Surat kesehatan ini akan dibawa ke Kementrian Agama bersama buku tabungan haji.

Mengisi SPPH di Kantor Kementrian Agama

Mengisi SPPH di Kantor Kementrian Agama

Mengisi SPPH di Kantor Kementrian Agama / Umroh Backpacker

Saat mendaftar haji di kantor Kementrian Agama kota/kabupaten, Anda akan diminta mengisi formulir bernama Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH).

Mengajukan Porsi di Bank

Mengajukan Porsi di Bank

Mengajukan Porsi di Bank / Umroh Backpacker

Setelah mendapat SPPH, Anda harus pergi ke bank tempat Anda menyetor tabungan haji dengan membawa SPPH. Di bank tersebut Anda harus meminta nomor porsi untuk keberangkatan haji di bagian customer service. Besaran biaya untuk mendapatkan porsi adalah sebesar Rp25.000.000,00 sedangkan besaran saldo di rekening tergantung kebijakan bank, yakni antara Rp50.000,00 – Rp 500.000,00.

Melapor ke Kantor Kementerian Agama

Melapor ke Kantor Kementerian Agama

Melapor ke Kantor Kementerian Agama / Umroh Backpacker

Jika sudah mendapatkan nomor porsi dan bukti setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), maka Anda harus kembali ke kantor Kementerian Agama untuk melapor. Adapun berkas yang harus dibawa adalah:

  • Bukti setoran awal BPIH sebanyak 5 rangkap
  • SPPH
  • Foto berwarna, 80% Nampak wajah, berpakaian gelap, background putih, dan tidak Foto yang diserahkan berukuran 3×4 dan 4×6.
  • Fotocopy Surat Keterangan Sehat
  • Fotocopy akta kelahiran/buku nikah/ijazah
  • Fotocopy kartu keluarga
  • Fotocopy KTP
  • Fotocopy buku tabungan haji

Semua cara daftar haji tersebut bisa dikerjakan sendiri dan tanpa dipungut biaya. Anda tinggal menunggu jadwal keberangkatan dengan mengecek di website kemenag.go.id sambil melunasi semua biaya sebelum tahun keberangkatan.

Prosedur pendaftaran haji khusus atau yang dikenal dengan haji ONH plus tidak serumit pendaftaran haji reguler. Langkah pertama, Anda harus menyetor tabungan haji minimal 5000USD untuk mendapatkan nomor porsi. Setelah mendapat nomor porsi, calon jemaah menyerahkan berkas-berkas yang dibutuhkan ke travel penyelenggaraha ONH Plus. Pelunasan ONH plus dilakukan selama 4 bulan. Jumlah pembayaran ONH plus tergantung dari fasilitas hotel yang dipilih.

Untuk pembayaran, sebaiknya calon jemaah haji plus menabung dulu hingga terpenuhi semua biaya di bank yang ditunjuk pemerintah. Jika sudah mencapai kuota, barulah Anda menyerahkan syarat haji ke agen perjalanan haji yang pilih. Hal ini untuk menghindari penipuan yang kerap terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *